Wakil Ketua DPC HIMNI Kota Batam Tomas Yeferson Lature dan cuitan Pemilik akun Twitter #AkalSehat.

BATAM, LIPUTANKEPRINEWS.COM – Polemik cuitan pemilik akun Twitter Twitter #AkalSehat @RGFansclub2019 yang diduga milik tokoh nasional Rocky Gerung, makin meluas. Kali ini, Wakil Ketua DPC Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Kota Batam Tomas Yeferson Lature, angkat bicara.

Menurutnya, cuitan pemilik akun tersebut sudah melakukan kegaduhan. Yang membuat masyarakat Nias pada umumnya dan khususnya marga Laoli asal Nias Sumatera Utara, resah dan merasa terhina.

Perbuatan yang dilarang dalam Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik diduga memenuhi unsur cuitan pemilik akun Twitter tersebut.

“Bahwa kemudian saudara Rocky Gerung sudah minta maaf soal lain. Permohonan maaf bukan berarti hapus dengan sendirinya pidana. Ini harus diusut tuntas. Karena ini jelas jelas menghina marga Laoli. Dan Laoli itu masyarakat Nias. Saya juga masyarakat Nias. Sangat keberatan dengan cuitan ini,” ujar Tomas, Jumat (31/1).

Tambahnya, perbuatan yang dilarang dalam Pasal 28 ayat (2) UU ITE ialah dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Screenshot percakapan pemilik akun Twitter. (LKN/IST)

Ancaman pidana dari Pasal 28 ayat (2) UU ITE tersebut diatur dalam Pasal 45A ayat (2) UU 19/2016, yakni:Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

“Jadi kami sedang berkoordinasi dengan beberapa advokat baik dari advokat masyarakat Nias, maupun teman-teman jaringan advokat lainya akan melaporkan cuitan itu. Karena jelas unsurnya. Bahwa ada permohonan maaf kemudian, soal lain. Karena yang kami laporkan pidana,” kata dia

Seperti diketahui, dalam cuitan Twitter #AkalSehat menuliskan 30 Januari 2020 : Aku punya anjing kecil ku beri nama laoli, dia senang bermain main harun namanya. Laoli kemari gug gug gug! #AkalSehat.

Kemudian cuitan viral di media sosial. Tomas menerangkan, ia tidak masuk dengan ruang politik tanah air yang saat ini telah viral. Soal Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly yang kebetulan marga Laoli, sedang viral soal Masiku Harun.

“Kami tidak masuk ranah itu. Ini murni sebagai penghinaan. Anjing itu adalah binatang. Dan Laoli itu ada marga yang mempunya hak yang sama. Tidak bisa dicemari dengan membawa-bawa ke ranah politik,” ucapnya.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui pasti Pemilik akun itu. Wartawan media sedang mengupayakan klarifikasi dari pihak pemilik akun Twitter. Menurut pantauan, atau cuitan akun itu liar dimana-mana. Khususnya di kalangan masyarakat Nias.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here