Ketua Karang Taruna Tiban Indah Batam Zardi Khaitami (foto dok pribadi)

BATAM. LIPUTANKERINEWS.COM – Dukungan moral terhadap terdakwa Tahir Ferdian alias Lim Chong Peng, terus mengalir. Salah satunya dari kelompok pemuda Batam. Ketua Karang Taruna Tiban Indah Batam Zardi Khaitami mengatakan, siap memberikan dukungan moral kepada Tahir. Bukan tanpa alasan, Zardi menguraikan, tuduhan oknum media yang berlebihan kepada Tahir terkesan didesign. Yang memvonis, seakan-akan Tahir melakukan dugaan penggelapan sebagaimana dakwaan jaksa.

“Kami tegaskan bahwa, kami tidak membela kesalahan orang. Yang kami bela adalah hak-hak terdakwa dalam proses sidang. Apa itu? Salah satunya adalah belum melekat pelaku penggelapan. Karena masih proses hukum. Belum Inkracht. Tetapi kami pantau selama ini, dituduhkan macam-macam. Tentu, kami sebagai pemuda berhak untuk menyuarakan keadilan. Bahwa ada putusan pengadilan lain dikemudian hari dalam perkara ini, itu nanti. Sekarang masih proses hukum,” ujar Zardi ketika dimintai tanggapan Sabtu (19/10).

Zardi menambahkan, terkait oknum media yang mempersoalkan status penahanan kota terhadap terdakwa Tahir kurang tepat. Sebab, menurut Zardi, sesuai pasal 22 ayat 1 jenis penahanan itu ada tiga. Pertama penahanan rumah tahanan negara, penahanan rumah dan penahanan kota. “Jadi itu adalah hak terdakwa. Sekarang kok jadi diributkan? Sudah tepat yang dilakukan kejaksaan Batam. Alasan kemanusiaan karena pak Tahir ini sedang sakit,” ucapnya.

Berkaitan dengan hal di atas, terdakwa Tahir Ferdian Alias Lim Chong Peng sedang dalam proses sidang di Pengadilan Kelas IA Batam. Dengan nomor perkara : 731/Pid.B/2019/PN Btm. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa dua pasal Tahir Ferdian, yakni pasal 374 dan 372 KUHP. Namun di luar sana, tidak sedikit yang memvonisnya telah melakukan penggelapan. Padahal, sesuai pemahaman hukum dari Dosen Fakultas Ilmu Hukum Universitas Batam Kaspol Jihad, tidak bisa memvonis seseorang ketika hal itu belum berkekuatan hukum tetap. Bahkan jika ada yang melakukan penuduhan itu kata ahli hukum, bisa dipidana.

Sementara itu, pengacara terdakwa Tahir Ferdian Supariyadi SH MH mengatakan, tudingan miring bahwa kliennya melalang buana ke Jakarta tidak lah benar. “Di Batam kok, kalau ada yang bilan bolak balik Jakarta itu tak benar,” katanya Kamis (17/10).

Ia menegaskan, waktu Tahir keluar kota ada izin dan balik lagi. Pada tanggal 10 Oktober 2019 itu, kliennya sempat berpikir bisa berobat lagi ke Jakarta untuk dibawa anaknya.

“Saat itu saya langsung telepon sama pak Taher dan mengatakan bahwa, surat yang dibawa itu tidak berlaku lagi. Waktu itu, pak Taher sudah beli tiket dan cheking. Saya langsung katakan, jika pak Taher meninggalkan Batam langsung ditahan. Memang tiketnya ada dan videonya juga namun tidak digunakan lagi,” tegas Supriyadi.(A Chan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here