Produk teropong yang dibeli warga Batam tidak berfungsi, warga minta Polisi dan bea cukai Batam menindak pelaku penjual barang tidak berfungsi kepada warga. Foto (LKN)

BATAM – Seorang warga bernama Leo mengaku tertipu membeli produk elektronik teropong. Ia menceritakan, awalnya ia mendapat informasi penjualan teropong merek ‘mobile phone telescope’ dari iklan Facebook. Teropong tersebut sesuai iklan, 12 kali zoom. Dan hasil di kamera sesuai iklan tersebut jernih bukan main. Bahkan dalam iklan, pesawat bisa ditangkap oleh teropong itu.

“Lalu saya pesan pada 23 Maret 2020 malam hari. Karena saya tertarik dengan iklannya. Dalam iklan video sangat jernih sekali. Nama, alamat rumah dan nomor What’sapp saya kasih. Setelah saya pesan beberapa saat, nomor What’sApp bernomor +62 857-9517-5385 dan +62 856-0359-4923 mengirim notifikasi ke saya,” kata Leo, Kamis (2/4) pagi.

“Bahasanya begini, Yth. Bpk/Ibu Leo Perkenalkan Saya Sofi Dari Lakulaku, mau mengkonfirmasi bahwa SELAMAT anda mendapatkan PROMO KHUSUS HARI INI, dengan rincian sebagai berikut, No. Order: 11690736 Produk: Universal Zoom Lens Copy Total Senilai : Rp221.450 (sudah termasuk ongkir) untuk pembayaran di tempat/COD. Mohon siapkan uang tunai sebesar Rp221.450 WAJIB konfirmasi ke kami, apakah nama dan alamat lengkap Anda di atas sudah benar? *Syarat & Ketentuan COD / Bayar di Rumah,” sambung Leo seraya menunjukkan screenshot pembicaraan itu.

Leo mengatakan, sempat ia menunda setelah melakukan pemesanan. Sebab, Leo baru tahu kalau saat ini masih wabah Corona. Dan Leo kembali melakukan balasan ke nomor What’sApp +62 857-9517-5385 dan +62 856-0359-4923 agar dapat menunda. Namun, toko online yang mengaku toko Laku-Laku ini tetap mengirim barang tersebut.

Lanjut Leo, pada Senin (30/3/2020) siang dapat kabar dari pemilik nomor What’sApp +62 819-0894-6000 mengaku dari jasa pengiriman “Ninja Xpress” bernama Illyas Safri. Illyas memberitahu Leo, jika teropong yang dipesan sudah sampai.

“Jadi saya terima pesan dari WhatsApp bernomor +62 819-0894-6000. Bunyinya begini, pengiriman paket dengan Ninja Xpress sedang dalam perjalanan. Mohon untuk menyiapkan yang COD sejumlah Rp 221.450,” jelas Leo.

Karena saat itu kata Leo sedang tidak di rumah, maka ditunda pengiriman agar Selasa (31/3/2020) diantar kembali. Akhirnya, Illyas Safri mengantar barang itu ke rumah Leo. Karena tidak punya uang cash, Leo meminta nomor rekening Illyas Safri untuk dikirimkan mobile banking.

“Meski saat itu saya kaget. Kenapa barang datang padahal saya sudah tunda. Pihak online hanya memikirkan keuntungan semata tanpa mempertimbangkan aspek keselamatan karena wabah virus Corona ini. Namun, karena saya kasihan dengan kurir antar, maka terpaksa saya bayar lah,” ucap Leo.

Selanjutnya, Illyas Safri memberikan nomor rekening kepada Leo dengan nomor rekening 0464853972 bank BNI. Lalu Leo mengirimkan uang sejumlah Rp 221.450 ke nomor rekening atas nama Illyas Safri tersebut. “Tapi sebelum itu, saya sempat khawatir karena wabah virus Corona. Tapi saya beranikan untuk buka plastik teropong tersebut,” kata Leo.

Setelah Leo buka, kagetnya bukan kepalang. Sebab, teropong yang dibeli tidak berfungsi sama sekali. Bahkan sanking penasarannya, teropong tersebut dicoba ke beberapa hape. Namun gagal. Bahkan tidak bisa menangkap cahaya. Tidak sesuai dengan iklan tersebut.

“Anehnya tidak ada panduan pemakaian barang sesuai Pasal 8 ayat (1) huruf j Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dalam hati saya ini pasti barang ilegal, tapi kok bimasuk? Saya Jadi saya bingung sendiri. Sebenarnya, bukan masalah harga atau duit saya yang Rp 221.450. Tapi cara mereka mendapatkan duit, harus menipu orang?. Berapa ribu korban mereka begini,” kata Leo seraya bertanya.

Minta Klarifikasi

Selanjutnya, karena teropong yang diterima tidak bisa digunakan, Leo kembali menghubungi +62 819-0894-6000 Illyas Safri dari kurir Ninja Xpres, untuk dimintai pertanggungjawaban atau klarifikasi. Namun Illyas Safri mengaku tidak tahu soal itu. Sebab kata dia, hanya sebagai kurir pengantar.

Kemudian Illyas Safri memberikan nomor costumer service (CS) Ninja Xpres bernama Beni dengan bernomor hape 082360637323 dan 081396151517 kepada Leo. Dan Illyas Safri menyarankan Leo, agar menanyakan langsung ke kantor Ninja Xpres yang terletak di Ruko Puri Mas Blok A Nomor 28-29, Batam Center, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

“Pokoknya saya dibola-bola sama mereka lah. Sepertinya tidak ada tanggung jawab mereka atas barang yang tidak berfungsi. Lalu saya hubungi yang mengaku Sofi dari Laku-Laku di nomor +62 857-9517-5385 dan +62 856-0359-4923, tidak menjawab. WhatsApp saya juga tidak dibalas. Dalam hati saya, sudah! Saya tertipu oleh mereka. Untung tidak besar. Tapi berapa banyak mereka tipu orang di luar sana,” katanya.

Minta Polisi Dan Bea Cukai Tindak Pelaku

Leo mengatakan, meminta Polda Kepulauan Riau untuk menelusuri dugaan penipuan tersebut. Kata dia, sudah banyak orang yang dirugikan atas itu. Hanya saja, korban tidak melaporkan. Supaya tidak ada korban berikutnya, Leo meminta agar pihak Ninja Xpres bisa diperiksa polisi. Karena tanggung jawab Ninja Xpres tidak hilang, meski sempat mengelak hanya jasa kurir.

“Baik Illyas Safri, Ninja Xpres, dan pihak Sofi yang mengaku dari Laku-Laku tidak bisa mengelak soal ini. Mereka ini semua harus bertanggung jawab. Karena uangnya diserahkan kepada pihak Ninja Xpres. Sekarang banyak iklan di Facebook tentang teropong elektronik ini. Jangsan sampai ada korban berikutnya. Untuk itu, kami mohon Polda Kepri bisa buru pelaku,” pinta Leo.

Selain itu, pihak Leo juga mempertanyakan pengawasan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam. Sebab kata dia, barang elektronik seperti ini datang dari Jakarta atau luar Batam. “Tetapi kenapa bisa lewat dipemeriksaan bandara dan pelabuhan? Jadi kami mohon kerja sama, agar bea cukai bisa maksimal pengawasan agar tak ada korban berikutnya,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi liputankeprinews.com sedang mengupayakan menghubungi para pihak dalam berita ini guna konfirmasi.(A Chan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here