Logo Ninja Express (Sumber Foto : www.ninjaxpress.co)

BATAM – Jasa kurir Ninja Xpress, akhirnya angkat bicara. Diberitakan sebelumnya, seorang warga Batam bernama Leo mengaku dirugikan setelah membeli teropong elektronik yang tak berfungsi. Teropong itu, dikirim melalui jasa kurir Ninja Xpress.

Kemudian, pihak Ninja Xpress melalui akun email email Cindara Lestyarini Cindara yang dikirim Selasa (7/4/2020) pukul 11.19 WIB meminta hak jawab. Dalam hak jawab yang dikirim mengatakan, sebagai penyedia layanan logistik, tidak bertanggung jawab terhadap kualitas produk yang dibeli oleh pengguna layanan pos. Lanjutnya, hal ini sesuai dengan Undang-undang Nomor 38 Tahun 2009 tentang POS Pasal 31 ayat 1.

“Bahwa Penyelenggara Pos wajib memberikan ganti rugi atas kerugian yang dialami oleh pengguna layanan pos akibat kelalaian dan/atau kesalahan Penyelenggara Pos; dan Pasal 31 ayat 4 bahwa Ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak ditanggung oleh Penyelenggara Pos apabila: a. kerusakan terjadi karena sifat atau keadaan barang yang dikirim; atau b. kerusakan terjadi karena kesalahan atau kelalaian pengguna layanan pos,” kata pihak Ninja Xpress dalam hak jawabnya.

Tambahnya, saat ada komplin dari pembeli atas nama Leo Ninja Xpress sudah memiliki niat baik. Pada tanggal 4 April 2020 melalui Tim Customer Service Ninja Xpress, manajemen mendapatkan keterangan. Bahwa penjual produk sebagaimana terdapat dalam berita di atas telah, menghubungi Leo sebagai pembeli terkait barang yang dibeli.

“Dan akan mengembalikan uang pembeli tersebut. Namun menurut informasi dari penjual, Bapak Leo sebagai pembeli melakukan penolakan atas pengembalian uang yang dimaksud dan pembeli meminta bea cukai Batam untuk memeriksa NinjaXpress,” tambah pihak Ninja Xpress dalam hak jawabnya.

Sementara itu, menurut informasi yang diterima wartawan saat ini Leo sudah melaporkan hal ini kepada Polisi di Batam. Karena ia merasa dirugikan. Sebelumnya, Leo mengatakan, jika barang teropong itu dibayarkan kepada pegawai kurir Ninja Expres bernama Illyas Safri. “Karena sistem, barang datang dulu baru uangnya. Setelah saya transfer, malah barang teropong tidak berfungsi sama sekali,” kata Leo.( A Chan)

CATATAN :

Berita ini merupakan hak jawab dari Ninja Xpress dari judul berita sebelumnya : “Toko Laku-Laku Online Tipu Warga Batam, Jual Teropong Tidak Berfungsi, Korban : Mohon Polda Kepri Buru Pelaku”

Baca Juga Berita Terkait :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here