Tercium Anggaran Pembangunan Paving Block di Desa Sungai Ungar Dimurk-up, Polda dan Kejari Kepri Diminta Usut

0

KARIMUN,LIPUTANKEPRINEWS,COM – Penegak hukum diminta usut dugaan mark up pembangunan paving block di desa Sungai ungar bersumber dari DD.

Pembangunan paving block halaman sekolah TK Cendana desa Sungai Ungar Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun.
Di duga mark up anggaran sehingga menuai kritikan masyarakat dan berbagai pihak.

pembangunan tersebut menelan belanja lumayan besar daripada fisik.
Pembangunan tersebut mengunakan Dana Desa(DD). Sebesar Rp “98, 443, 090,_
Volume 165 m2. Waktu pelaksana 1 bulan.
Jumlah pekerja 4 org (110 perhari).
Anggaran Dana Desa(DD) tahun 2020.

Pasalnya anggaran terlihat tidak sesuai sama fisik.Beberapa nara sumber yang tidak mau namanya di sebutkan menjelaskan ke awak media,mengacu pada volume pekerjaan dengan besaran anggaran yang ada selisih yang cukup jauh.

Setelah di chek ke lokasi dan di hitung jumlah batu paving block juga anggaran pasir juga semen berserta jumlah pekerja memang ada dugaan mark up di pembangunan tersebut.

Setelah di konfirmasi awak media ke TPK mengatakan penggunaan batu paving block sebanyak 20 ribu biji, Semen 4 sak. Pasir dua lori.

Setelah di konfirmasi yang ke dua masih dengan TPK. Jumlah paving block berbeda menjadi 15,500 biji paving block. Pasir 7 lori, Semen 15 sak.

Selanjutnya awak media menjumpai Kepala desa(kades). Untuk mengkonfirmasi tentang pembangunan Paving block. Saat di konfirmasi ke Kepala desa Sungai Ungar Pamilludin mengatakan silva pembangunan tersebut sebesar Rp 12 juta lebih. Yang lebihnya tidak di sebutkan.

Sehingga awak media mempertanyakan berapa bahan yang di gunakan sehingga bisa sebesar itu anggarannya.

Awak media juga mempertanyakan mengenai jumlah tersebut setelah di potong PPNsebanyak 10% PPH 3%, Honor TPK 5%
Honor perencanaan 3%, Jumlahnya menjadi berapa.

Kepala desa Pamilludin juga tidak tranfaransi mengenai dana yang telah selesai di kerjakan. Sehingga awak media bertanya ke Kades Pamilludin, mengenai dugaan mark up pada pembangunan tersebut.

Kades Pamilludin membantahnya.
Sehingga mengatakan kalau mau di angkat beritanya ya silakan. Setelah berapa hari sebelum berita ini di rilis awak media menelepon kepala desa tersebut untuk mengkonfirmasi lagi agar tidak ada kesalahan saat berita ini di angkat.

Kades Pamiludin mengatakan pula ada kesalahan pada papan tanda. Sehingga awak media bingung. Kenapa setelah adanya dugaan ini baru timbul adanya kesalahan dan kenapa tidak di katakan dari awal pertama di konfirmasi.

Untuk lebih jelasnya di minta agar istansi pemberantas korupsi atau pihak kepolisan juga jaksa agar bisa mengusut tuntas dugaan mark up tersebut. Kendati, dengan tercium dugaan murk-up proyek tersebut, masyarakat meminta bantu Ditreskrimsus Polda Kepri maupun Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau untuk turun mengecek lokasi. Sebab, dugaan indikasi sudah di depan mata.

Tulisan : Nuraliah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here