Reaksi Cepat! Polisi Akan Buru Terlapor Dugaan Penipuan yang Mengatasnamakan Lakulaku, Korban : Makasih Pak Polisi

0

BATAM – Polresta Barelang, bereaksi cepat menanggapi laporan masyarakat. Sebelumnya, Leo mengaku kepada liputankeprinews.com, merupakan korban dugaan penipuan belanja online yang mengatasnamakan Sofia dari toko Lakulaku. Leo membeli teropong ‘mobile phone telescope’ dari iklan Facebook. Selanjutnya, Leo membenarkan dirinya telah diperiksa oleh polisi.

“Ya benar. Saya diperiksa tadi sore. Tadi saya diinterogasi di Unit Lima Polresta Barelang. Saya juga berterima kasih sama pihak Polresta Barelang sudah bereaksi cepat menanggapi laporan masyarakat. Kita berdoa dan berharap, pekerjaan Polresta Barelang apa lagi masa-masa sulit keadaan wabah Virus atau COVID-19 dapat berjalan dengan baik. Pokoknya reaksi cepat menanggapi laporan masyarakat, patut diacungi jempol. Meski kondisi saat ini, tapi tetap profesional. Makasih pak Polisi,” ujar Leo Kamis (2/4) malam.

Tak hanya itu, pelapor itu mengatakan, selain reaksi cepat Polresta Barelang, pihak Ditreskrimum Polda Kepri juga reaksi cepat. Untuk memastikan kebenaran laporan masyarakat. “Ya, tadi saya diperiksa sama jajaran Ditreskrimum Polda Kepri. Pokoknya, reaksi cepat dan profesional Polda juga sangat berterima kasih. Meski wabah saat ini, tapi mereka tetap bekerja profesional. Untuk lebih jelas soal pemeriksaan silakan teman-teman konfirmasi. Saya juga kurang tahu persis soal pemeriksaan kurir Ninja Xpres,” kata Leo lagi.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima wartawan media ini, bahwa anggota
Ditreskrimum Polda Kepri reaksi cepat turun ke jasa kurir Ninja Xpres yang berada di di Ruko Puri Mas Blok A Nomor 28-29, Batam Center, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Hanya saja, hingga berita ini diturunkan belum dikonfirmasi kepada pihak polisi. Wartawan sedang berupaya untuk menghubungi guna konfirmasi.

Leo juga meminta, dengan kejadian ini, agar pihak Bea Cukai dan Batam memastikan barang masuk ke Batam. Apakah sudah standar nasional Indonesia (SNI) atau tidak. Sebab menurut Leo, hingga diterima teropong itu berbahasa Inggris. Dan parahnya, tidak memiliki panduan pemakaian. Yang notabenenya, barang elektronik diwajibkan punya panduan pemakaian.

“Intinya jangan lemah lah dalam pengawasan, itu yang kita inginkan. Karena, Bea Cukai juga dituntut untuk melindungi konsumen. Termasuk mengecek barang yang masuk ke Batam. Apakah sudah SNI atau tidak?,” ujarnya seraya bertanya.

Diberitakan sebelumnya, Seorang warga bernama Leo mengaku tertipu membeli produk elektronik teropong. Ia menceritakan, awalnya ia mendapat informasi penjualan teropong merek ‘mobile phone telescope’ dari iklan Facebook. Teropong tersebut sesuai iklan, 12 kali zoom. Dan hasil di kamera sesuai iklan tersebut jernih bukan main. Bahkan dalam iklan, pesawat bisa ditangkap oleh teropong itu.

Baca Juga Berita Terkait :

“Lalu saya pesan pada 23 Maret 2020 malam hari. Karena saya tertarik dengan iklannya. Dalam iklan video sangat jernih sekali. Nama, alamat rumah dan nomor What’sapp saya kasih. Setelah saya pesan beberapa saat, nomor What’sApp bernomor +62 857-9517-5385 dan +62 856-0359-4923 mengirim notifikasi ke saya,” kata Leo, Kamis (2/4) pagi.

“Bahasanya begini, Yth. Bpk/Ibu Leo Perkenalkan Saya Sofi Dari Lakulaku, mau mengkonfirmasi bahwa SELAMAT anda mendapatkan PROMO KHUSUS HARI INI, dengan rincian sebagai berikut, No. Order: 11690736 Produk: Universal Zoom Lens Copy Total Senilai : Rp221.450 (sudah termasuk ongkir) untuk pembayaran di tempat/COD. Mohon siapkan uang tunai sebesar Rp221.450 WAJIB konfirmasi ke kami, apakah nama dan alamat lengkap Anda di atas sudah benar? *Syarat & Ketentuan COD / Bayar di Rumah,” sambung Leo seraya menunjukkan screenshot pembicaraan itu.

Leo mengatakan, sempat ia menunda setelah melakukan pemesanan. Sebab, Leo baru tahu kalau saat ini masih wabah Corona. Dan Leo kembali melakukan balasan ke nomor What’sApp +62 857-9517-5385 dan +62 856-0359-4923 agar dapat menunda. Namun, toko online yang mengaku toko Laku-Laku ini tetap mengirim barang tersebut.

Lanjut Leo, pada Senin (30/3/2020) siang dapat kabar dari pemilik nomor What’sApp +62 819-0894-6000 mengaku dari jasa pengiriman “Ninja Xpress” bernama Illyas Safri. Illyas memberitahu Leo, jika teropong yang dipesan sudah sampai.

“Jadi saya terima pesan dari WhatsApp bernomor +62 819-0894-6000. Bunyinya begini, pengiriman paket dengan Ninja Xpress sedang dalam perjalanan. Mohon untuk menyiapkan yang COD sejumlah Rp 221.450,” jelas Leo.

Karena saat itu kata Leo sedang tidak di rumah, maka ditunda pengiriman agar Selasa (31/3/2020) diantar kembali. Akhirnya, Illyas Safri mengantar barang itu ke rumah Leo. Karena tidak punya uang cash, Leo meminta nomor rekening Illyas Safri untuk dikirimkan mobile banking.

“Meski saat itu saya kaget. Kenapa barang datang padahal saya sudah tunda. Pihak online hanya memikirkan keuntungan semata tanpa mempertimbangkan aspek keselamatan karena wabah virus Corona ini. Namun, karena saya kasihan dengan kurir antar, maka terpaksa saya bayar lah,” ucap Leo.

Selanjutnya, Illyas Safri memberikan nomor rekening kepada Leo dengan nomor rekening 0464853972 bank BNI. Lalu Leo mengirimkan uang sejumlah Rp221.500 (Ralat : Sebelumnya Rp 221.450) ke nomor rekening atas nama Illyas Safri tersebut. “Tapi sebelum itu, untuk antisipasi danencegah dini virus Corona sempat saya semprotankan cairan dari luar plastik barang itu. Karena sudah dibungkus. Baru saya buka,” kata Leo.

Setelah Leo buka, kagetnya bukan kepalang. Sebab, teropong yang dibeli tidak berfungsi sama sekali. Bahkan sanking penasarannya, teropong tersebut dicoba ke beberapa hape. Namun gagal. Bahkan tidak bisa menangkap cahaya. Tidak sesuai dengan iklan tersebut.

“Anehnya tidak ada panduan pemakaian barang sesuai Pasal 8 ayat (1) huruf j Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dalam hati saya ini pasti barang ilegal, tapi kok bimasuk? Saya Jadi saya bingung sendiri. Sebenarnya, bukan masalah harga atau duit saya yang Rp 221.450. Tapi cara mereka mendapatkan duit, harus menipu orang?. Berapa ribu korban mereka begini,” kata Leo seraya bertanya.(A Chan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here