Produsen Batako Limbah B3 Sisa Pembakaran Batu Bara Bantah Tak Punya Izin

0
Batako dari hasil limbah B3 Batu Bara. (LKN / A Chan)

BATAM, LIPITANKEPRINEWS.COM – Pihak produsen batako yang bersumber dari limbah hasil pembakaran batu bara, angkat bicara. General Affair CV Berkat Bersaudara Charies Harianto Sitorus yang mengaku sebagai produsen batako sumber limbah batu bara yang diperuntukan di perumahan Devely Residence Nongsa Batam, mengatakan produknya ramah lingkungan.

Dalam surat yang diterima redaksi bernomor 002/GA-BB/IV/2020 tertanggal 28 April 2020 mengakui, batako tersebut berbahan baku dari abu terbang (fly ash) sisa pembakaran batu bara. Ia membantah, jika sisa ini adalah limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) tidak ramah lingkungan.

“Kami memproduksi batako ramah lingkungan yang bersumber dari sisa pembakaran batu bara,” demikian kata Charies Harianto Sitorus dalam surat bantahannya.

Charies Harianto Sitorus mengaku, perusahaanya juga sudah memperoleh izin dari pemerintah terkait pemanfaatan limbah batu bara tersebut. “Dan produksi kami telah mengantongi izin SNI dan kementerian,” tambahnya.

Sementara itu, PT MRB pengelolah perumahan subsidi/non subsidi Devely Residence Nongsa belum buka suara. Wartawan sedang mengecek kebenaran segala perizinan terkait perumahan yang menggunakan batako hitam itu.

Dan beberapa LSM sumber media ini, segera menyiapkan surat ke Komisi III DPRD Kota Batam untuk permintaan hearing atau RDP, sembari meminta mengkaji ulang pemanfaatan sisa limbah B3 dimanfaatkan menjadi batako ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Komisi VII DPR RI.

Karena dampak ke depan jika terkopek plaster bangunan, akan beterbangan abu batu bara itu dan berpotensi dihirup oleh pemilik rumah. Yang diprediksi mengganggu pernafasan dan menyebabkan sakit.(redaksi)

Catatan : Berita tersebut di atas, merupakan hak jawab berita sebelumnya dengan judul Bahan Bangunan Batako Perumahan Devely Residence Diduga Menggunakan Limbah B3

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here