General Manager Meisterstadt Batam Richie Laseduw menyerahkan kompensasi kepada warga yang terdampak insiden pagar pembatas proyek rubuh, Kamis (6/2/2020) di kantor marketing Meisterstadt Batam.

BATAM, LIPUTANKEPRINEWS.COM – Warga Batam dengan PT Pollux Barelang Megasuperblok, pengembang apartemen Meisterstadt Batam akhirnya berdamai. Perusahan milik keluarga Presiden ke-3 Indonesia BJ Habibie ini, telah melakukan pembayaran kompensasi. Bagi sejumlah warga Perumahan Citra Batam yang terdampak insiden runtuhnya pagar pembatas proyek. 

General Manager Meisterstadt Batam Richie Laseduw mengungkapkan, perseroan telah mendata dampak dari insiden yang ditimbulkan dari bencana itu dan telah menanggung kerusakan yang terjadi.

Richie bersama Legal Manager dan manajemen Pollux Habibie menyerahkan kompensasi kepada warga di kantor manajamen di Harmoni One Batam Center.

“Proses penyerahan kompensasi bagi warga telah dilakukan pada Kamis (6/2/2020) kepada keluarga di Blok D Perumahan Citra Batam, Kecamatan Batam Kota, yang terdampak insiden,” kata Richie Jumat (7/2).

Sejak insiden itu terjadi, perseroan langsung berkomunikasi dengan RT, RW dan warga sekitar lokasi. Untuk mendapatkan data terkait dampak yang ditimbulkan dan bersama-sama melakukan langkah konkret sekaligus membangun ulang pagar dan membangun drainase yang terhubung dengan drainase utama Kota Batam.

“Termasuk memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak sebagai bentuk komitmen dan kehadiran Meisterstadt Batam dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambah Richie .

Kompensasi mencakup ganti rugi kerusakan rumah, kendaraan dan perabotan. Perbaikan rumah mencakup perbaikan tembok rumah, pagar rumah, pintu/jendela, sampai lantai rumah. Perbaikan dilakukan oleh kontraktor. Sedangkan kompensasi terhadap harga materil berupa perabotan rumah seperti televisi, lemari es, lemari, kursi dan barang-barang berharga lainnya.

Manajemen memberikan kompensasi secara tunai kepada warga yang terdampak langsung dari rubuhnya pagar pembatas. Perseroan masih dalam tahap pengumpulan data. “Total 11 rumah terdampak yang berhasil kami data dan akan menyusul beberapa hari setelah bertemu langsung dengan pemilik rumah,” sambung Richie. 

Selain rumah terdampak, masih ada rumah lainnya terdampak dimana posisi di belakang rumah terdampak yang ada. “Kami berkomitmen akan memperbaiki semua kerusakan setelah rumah terdampak langsung (sepadan jalan) selesai dikerjakan,” tambah Richie. Perseroan memastikan semua data dan kompensasi telah disepakati manajamen dan warga yang terkenda dampak. Koordinasi dengan berbagai pihak terus ditingkatkan dan masukan dari masyarakat sangatlah berharga.

Untuk diketahui, setelah dilanda hujan deras dan angin kencang di Kota Batam beberapa hari lalu, pagar kolam resapan di depan area ruko Blok F kawasan megasuperblok Pollux Meisterstadt Batam atau Pollux Habibie Batam roboh dan mengalirkan sejumlah material bangunan tembok ke arah Perumahan Citra Batam.

General Manager Pollux Meisterstadt Batam, Richie Laseduw mengatakan bahwa musibah tersebut bersifat force majeur. Dan terjadi akibat drainase yang belum terkoneksi di dalam proyek dengan drainase kota sehingga menyebabkan area resapan menjadi meluap dan meruntuhkan dinding.

“Memang benar, karena meluap, air cukup banyak tertampung pada area kolam resapan depan Ruko Blok F dan mengalir ke tembok pagar kolam resapan sehingga mengakibatkan pagar tersebut roboh. Faktor yang menyebabkan hal ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan drainase yang belum terhubung,” tambahnya.

Selain melakukan pembersihan, sebagai antisipasi penanggulangan sementara, lanjut Richie, dalam lahan proyek juga sudah dibuatkan tambahan kolam retensi dan pompa sebanyak tiga unit. Hal ini dilakukan sambil menunggu pembangunan tembok pagar kolam resapan yang baru.

Nantinya, akan dilakukan perhitungan dan redesain ulang untuk bangunan pagar dan saluran di dalam lahan proyek maupun di luar proyek. Termasuk, juga akan dibuat dua buah sumur resapan yang berada di lokasi perumahan Citra, sesuai desain konsultan Amdal.

“Selanjutnya, proses desain pagar baru berikut perhitungannya akan dimintakan persetujuan ke dinas terkait sebelum dilakukan pelaksanaan. Karena itu, secepat mungkin, pihak Pollux akan membuat kembali bangunan tembok pagar kolam resapan di depan ruko Blok F tersebut,” lanjutnya. Richie menambahkan, Pollux akan untuk terus menjamin pembangunan proyek Pollux Habibie Batam dengan mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan, baik kepada pekerja proyek maupun masyarakat sekitar.

Seperti diketahui sebelumnya, tembok pembatas apartemen Meisterstadt Pollux Habibie Batam, roboh Rabu (29/1/2020) kemaren. Diduga, lantaran banjir akibat hujan yang melanda Batam sekitar satu jam waktu itu. Beberapa rumah di Blok D Perumahan Citra Batam terkena dampak.(ril/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here