Kepala Cabang PT Jasa Raharja (Persero) Kepri Tamrin Silalahi (LKN)

BATAM, LIPUTANKEPRINEWS.COM – PT Jasa Raharja (Persero), memastikan membayar jaminan terhadap almarhumah Sri Wahyuni. Yang meninggal dunia pada insiden kecelakaan maut di Jalan Umum R. Suprapto Dekat Dam Muka Kuning Batam atau Bukit Daeng, Senin (17/2) pagi

Menurut Kepala Cabang PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Kepulauan Riau Tamrin Silalahi saat dalam rilisnya mengatakan, tidak saja hanya korban meninggal dunia yang mendapat jaminan. Namun lima orang yang mengalami luka-luka pada insiden itu juga mendapat jaminan perlindungan biaya perobatan.

“Bahwa berdasarkan UU Nomor 34 Tahun 1964 dan Peraturan Menteri Keuangan 16 /PMK.010/2017 tentang Besar Santunan dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan, bagi korban meninggal dunia, maka Jasa Raharja akan menyerahkan hak santunan sebesar Rp50 juta. Daan dalam hal korban luka-luka, Jasa Raharja akan menjamin biaya perawatan masing-masing korban maksimum sebesar Rp20 juta. Itu hak korban,” ujar Tamrin.

Lanjutnya, jaminan perlindungan terhadap almarhumah Sri Wahyuni diberikan kepada ayah kandung korban bernama Samsu. Yang tinggal di Dusun Dongol RT5 – RW1 Kelurahan Selorejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. “Dengan demikian, berkas akan kami limpahkan ke PT Jasa Raharja (Persero) Perwakilan Madiun Jawa Timur untuk menyerahkan santunan Meninggal Dunia dimaksud. Dipastikan diberikan, karena itu hak korban yang diberikan negara melalui Jasa Raharja,” tambahnya.

Sementara untuk korban luka-luka lanjut Tamrin, yang dirawat di rumah sakit, Jasa Raharja telah menerbitkan Surat Jaminan ke rumah sakit. Sehingga sampai plafond maksimum Rp20 juta, menjadi tanggung jawab Jasa Raharja. Dan akan dibayarkan langsung ke rumah sakit secara over booking.

“Menindaklanjuti kejadian ini, Jasa Raharja telah menerima laporan dan langsung berkoordinasi dengan Pihak Polresta Barelang dalam hal ini Unit Laka Lantas, untuk memastikan keterjaminan dari korban. Sekali lagi, kami turut berdukacita atas insiden ini,” jelas Tamrin lagi.

Seperti diketahui, angkutan kota bimbar bernopol BP 7601 DU terjadi kecelakaan dengan 3 kendaraan sepeda motor di Jalan Umum R. Suprapto Dekat Dam Muka Kuning Batam atau Bukit Daeng, Senin (17/2) pagi.

Informasi yang dihimpun dari Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol Muchlis Nadjar, menjelaskan bus Bimbar yang dikemudikan oleh pria bernama Rahmat (30) melaju dari arah Simpang Tembesi menuju arah Simpang Panbil, Kota Batam, sekira pukul 06.00 WIB.

Saat melaju di sekitar jalan turunan DAM Muka Kuning, bus Bimbar dengan plat bernomor BP 7601 DU diduga kehilangan kendali sehingga menghantam empat sepeda motor di depannya.

Sepeda motor pertama adalah sepeda motor Honda Beat BP 3384 QO yang dikendarai oleh Erisza Audriana Yuliana korban kritis dengan membonceng Sri Wahyuni korban meninggal dunia.

Selain sepeda motor milik korban, bus nahas juga menabrak sepeda motor lain yaitu Yamaha Vixion putih plat nomor BP 5336 JG, Honda Beat warna biru putih plat nomor BP 3832 QQ, dan sepeda motor lain berwarna hitam-merah plat BP 3568 JA. “Jadi ini kelalaian. Kami sedang mengembangkan untuk memintai keterangan para pihak,” ujar Muchlis Nadjar.

Setelah ditelusuri, ternyata Sri Wahyuni yang berasal dari Dusun Dongol RT5 – RW1 Kelurahan Selorejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur calon pengantin. akan melangsungkan pernikahannya di kampung halaman pada 22 Februari 2020.

Undangan resepsi pernikahan Wahyuni telah disebar sejak Minggu (16/2/2020) melalui akun Facebook calon suami, Wijanarko Arief.Di unggahan Arief, tertulis resepsi pernikahan akan digelar pada 23 Februari 2020 di rumah Wahyuni.(*)

Berita terkait :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here