Wakil Ketua DPC HIMNI Kota Batam Tomas Yeferson Lature (Foto LKN / Dok Pribadi

TELUKDALAM (NIAS SELATAN), LIPUTANKEPRINEWS.COM – Miris dan tak terpuji. Mungkin kata-kata ini cocok menggambar sikap seseorang yang melempar kotoran binatang kepada mantan Bupati Nias Selatan 2010-2015 Idealisman Dachi. Kejadian ini terjadi pada acara Syukuran atas pemenangan Kepala Desa Hilisatoro Gewa Wisnu Duha, Kecamatan Toma, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (25/1/2020) siang.

Menurut Andri Sarumaha melalui sambungan selular sebagaimana dilansir Kantor Berita Tribun Batam menjelaskan, kajadian itu terjadi saat Idealisman Dachi hendak menyumbangkan sebuah lagu dalam acara syukuran tersebut.

“Saat itu ada juga acara dihadiri sejumlah pejabat di Nias Selatan. Pak Idealisman Dachi diminta pembawa acara untuk menyumbangkan sebuah lagu. Tiba-tiba ada sekelompok anak muda menghampiri panggung acara. Lalu di situlah kotoran ternak babi dilemparkan ke arah muka pak Idealisman Dachi. Miris dan tak terpuji,” ungkap Andri Minggu (26/1).

Tak hanya dilempari kotoran babi. Namun kata Andri, Idealisman juga hendak dipukul sekelompok pemuda itu. Namun tak kunjung terjadi. Karena kerumunan pengunjung acara berusaha merelai. Lalu Idealisman Dachi mantan DPR RI periode 2004-2009 itu diamankan ke rumah warga.

“Habis itu dimasukan ke dalam mobil pak Idealisman untuk meninggalkan lokasi acara. Baru aman. Itu pun, sekelompok pemuda itu berusaha mengejarnya. Tapi tidak terjadi apa-apa. Kami menilai, ini sungguh miris dan amoral bagi pelaku,” ucapnya.

Atas kejadian itu pula, potongan video viral di media sosial Facebook. Pemilik akun Facebook Sibaya Novi Gea, memposting video yang diunggah oleh YouTubers bernama Jendela Nias. Sibaya Novi Gea menuliskan keterangan : Wah bukan dia lg nih masa Dia dilempar pakai kotoran ternak ya, apa masalahnya? Viral lagi eeee.

Kemudian, netizen berusaha mencari pelaku pelempar kotoran babi itu kepada Idealisman Dachi. Mereka menduga, pemuda berinisial WD merupakan pelaku. “Kejahatan hingga melempar kotoran kpd pak MANTAN Idealisman Dc,, mereka pemuda Hilisatato kec toma,,Kalian pakai Politik busuk semoga ditangkap sampai kpd otak kejahatan.Untuk menjatuhkan pamor pak Mantan Ideal yang semakin naik mereka pakai cara cara kotor..!
Kami pemuda Lasori mengutuk para pelaku kejahatan ini kpd pak Idealisman dachi,” tulis Victor Manao warga Nias Selatan.

Enoni Ndruru warga Nias Selatan lain menilai, tindakan oknum pemuda Hilisatoro melemparkan kotoran binatang ke Idealisman Dachi diduga berunsur muatan politik. “Kami menduga arahnya ke sana,” kata dia. Sebab, sebagian orang, tak suka dengan Idealisman Dachi semasa jadi bupati. Maka untuk memasuki pesta politik tahun ini, mereka berusaha menjatuhkan. “Cara-cara ini tak bernilai positif. Kita bangsa yang beradab,” katanya.

Seperti diketahui, suhu politik di Nias Selatan 2020 juga menghangat. Sama seperti di daerah lain di Indonesia. Para kandidat sudah mulai bermunculan. Beberapa nama sudah menyatakan diri maju. Sebut saja putra Hilisatoro Kecamatan Toma dan juga petahana Hilarius Duha. Hilarius Duha dikabarkan pecah Kongsi dengan Wakilnya Sozanolo Ndruru. Ia memilih bergandengan dengan Firman Giawa yang saat ini aktif menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Nias Selatan. Sehingga poros Hilarius Duha – Firman Giawa yang diusung partai utama PDI-Perjuangan.

Kemudian, Idealisman Dachi berpasangan dengan Temazisokhi Halawa. Dengan poros Idealisman Dachi – Temazisokhi Halawa. Temazisokhi Halawa adalah rival Idealisman saat pilkada 2010-2015 lalu. Saat itu Idealisman berpasangan dengan Hukuasa Ndruru atau Idealisman Dachi – Hukuasa Ndruru. Kemudian Wakil Bupati Nias Selatan Sozanolo Ndruru berpasangan dengan Nasowanolo Loi. Atau poros Sozanolo Ndruru – Nasowanolo Loi.

Tak kalah menarik adalah, adik kandung Bupati Hilarius Duha, Monasduk Duha. Monasduk mantan Plt Kabag Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BP2KAD) Kabupaten Nias Selatan telah mengikrarkan diri maju dalam pilkada Nias Selatan. Monasduk Duha berpasangan dengan Orodugo Halawa. Sehingga menjadi poros Monasduk Duha – Orodugo Halawa. Dan masih ada nama Ranto Hamonangan Dachi yang muncul ke permukaan pada pilkada Nias Selatan tahun ini. Namun belum menentukan sikap berpasangan dengan siapa.

Warga Nias Selatan menilai, suhu politik di sana terus menghangat. Bahkan kejadian terhadap Idealisman Dachi mereka menilai merupakan cara-cara yang tak terpuji. Dan dinilai ada unsur muatan politik. Para tokoh masyarakat dan rohaniawan, menginginkan pesta demokrasi di sana berjalan damai.

Sementara itu, Idealisman Dachi membenarkan kejadian yang menimpa dirinya. Ia mengatakan, acara syukuran Wisnu Duha ia hadir karena undangan. Kemudian, Sabtu sekita pukul 13.00 WIB, sesuai acara makan siang oleh pembawa acara memintanya untuk bernyanyi di atas panggung.

“Setelah acara jedah telah selesai, pembawa acara undang saya untuk saya sumbangkan sebuah lagu. Sebenarnya saya tdk mau krn memang saya tdk bisa nyanyi. Pembawa acara desak terus utk saya mau nyanyi, dan saya merasa tdk enak jika saya menolak, akhirnya saya naik kepanggung,” tulisnya di akun Facebook miliknya Idealisman Dachi.

Kemudian lanjutnya, pembawa acara desak terus untuk memintanya bernyanyi. Dia mengatakan, ajakan itu jika tolka tidak enak. Dan untuk menjaga perasaan orang tersebut, Idealisman naik ke panggung. Di sini lah terjadi keributan yang dipancing oleh sekelompok pemuda itu.

“SaatSaat saya naik ke panggung untuk nyanyi tiba² ada pemuda pake kacamata hitam mendekat dan ngancam saya, sedikit terjadi keributan akhirnya Tuan Rumah datang utk menetralisir dan akhirnya kami kembali ketempat kami. Setelah kembali duduk kira² setengah jam kemudian ada info mobil kami di blok pake kendaraan utk tdk bisa lewat, kami lapor ketuan rumah dan pak wisnu keluar utk melihat keadaan,Krn situasi tak kondusif maka saya putuskan utk pulang, Saat menuju mobil disitulah terjadi pelemparan terhadap saya.Demikian info supaya tdk simpang Siur,” lanjutnya.

Masih dengan informasi Idealisman Dachi. Ia mengatakan, mengenal baik orang yang melempar dia kotoran babi itu. Hanya saja, sikap Idealisman Dachi belum memberikan informasi apakah dia mengambil langkah hukum atau tidak.. Atau justru memaafkan pelaku.”Adiknya (pelaku,red) saya Kasi Kuliah Dokter, abang KANDUNGNYA ancam saya dipanggung,” kata Idealisman.

Reaksi Himni Kota Batam

Viral pelemparan kotoran babi terhadap mantan Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi. Sejumlah masyarakat Nias Selatan yang berdomisili di Batam mengecam dan mengutuk keras kejadian itu. Satu diantaranya datang Penasihat DPC Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Kota Batam Anto Duha.

Duha menilai, perlakuan pelaku tersebut Idealisman Dachi adalah tindakan tak pantas. Apa lagi Idealisman Dachi adalah seorang tokoh masyarakat dan juga mantan pejabat. Baik mantan Anggota DPR RI maupun sebagai mantan Bupati Nias Selatan. Sebab kata dia, dalam sejarah peradaban masyarakat Nias, sangat menghormati tata krama.

“Sangat prihatin atas kejadian tersebut. Mestinya kejadian ini tidak perlu terjadi. Kalau semuanya bisa memahami perbedaan dalam suatu hal adalah hal yang biasa saja. Bagaimanapun beliau adalah mantan bupati Nisel. Saya berharap kejadian ini bisa di proses secara Hukum dan semuanya bisa menahan diri. Dan serahkan sepenuhnya kepada penegakkan hukum,” ujar Anto Duha.

Hal yang sama diungkapkan Wakil Ketua DPC HIMNI Kota Batam Tomas Yeferson Lature. Tomas menilai, tindakan pelaku adalah tindakan amoral. Yang patut diproses secara hukum. Sebab kata dia, jika tak diproses secara hukum dikhawatirkan gejolak sosial bakal terjadi.

“Untuk itu, kami minta pak Kapolri, Kapolda Sumut turun ke lokasi. Jangan sampai kejadian ini memantik apa lama. Dan kami mohon saudara-saudara yang ada di Nias Selatan untuk menahan diri. Sembari kita minta keseriusan polisi menangkap pelaku. Bagi kami, ini bukan delik aduan yang musti harus ada laporan. Tapi ini delik umum yang harus diproses secara hukum,” ujar Tomas di Batam.

Bukan tanpa alasan. Tomas menilai, bila direview kembali sejarah tahun 1998, terjadi gejolak sosial antara kampung Idealisman Dachi dengan lokasi kejadian. Yang memakan puluhan korban jiwa. Kendati, Tomas sepakat, agar tak sampai ke arah yang brutal agar polisi segera menangkap pelaku dan menjerat sesuai hukum yang berlaku. “Jangan sampai hukum rimba terjadi. Mohon dan mohon segera ditindaklanjuti. Kami percaya untuk itu. Sekali lagi, kami minta sekali dalam 24 jam pelaku ditangkap polisi. Jika tidak, berpotensi terjadi gejolak sosial. Saya selaku anak daerah asal Hilisataro minta pelaku segera ditangkap,” tegas dia.(tim/tribunbatam/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here