Pemimpin Katolik Dunia Sri Paus Fransiskus sedang memegang Salib, untuk persiapan acara nanti malam. FOTO / VATIKAN_MG PICCIARELLA

BATAM, LIPUTANKEPRINEW.COM – Pemimpin Umat Katolik se-Dunia Sri Paus Fransiskus, mengandekan doa khusus nanti yang digelar pada Jumat (27/3/2020) pukul 18.00 waktu Italia atau pukul 24.00 WIB. Atau Sabtu (28/4/2020) pukul 01.00 WITA dan pukul 02.00 WIT.

Menurut Rohaniawan Katolik di Batam Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus, doa tengah malam nanti bertajuk “Urbi et Orbi” dan “Indulgensi Penuh”. Acara untuk berkat dan doa khusus untuk Italia dan dunia termasuk Indonesia, pada masa-masa sulit menghadapi penyerbaran Virus Corona atau COVID-19. Baik yang melanda Italia, Indonesia dan belahan dunia lain.

“Nanti live streaming atau siaran langsung via YouTube https://youtu.be/5YceQ8YqYMc . Karena pada acara nanti, tanpa dihadiri umat. Hanya kamaramen Sri Paus dan utusan Vatikan yang ikut. Umat mengikuti dari rumah saja. Karena ini adalah doa dan berkat khusus, kepada segenap umat Katolik di dunia diimbau untuk mengikuti. Dan menyiapkan diri. Dengan cara, pastikan kuota ponsel ada, nyalakan lilin pada salib, berteduh berdoa dan siap mengikuti,” kata Pastor yang akrab disapa Romo Pascal itu, Jumat siang.

Untuk diketahui kata Romo, acara nanti yang disiarkan langisng dari negara Vatikan, merupakan peringatan peristiwa ‘Salib Ajaib’. Lebih jelas sikatan Romo, Salib ini telah diturunkan dari altar Gereja San Marcello al Corso oleh personel Vatikan Rabu malam, “Dan diperkirakan akan dipasang sementara di lapangan Santo Petrus pada hari Kamis, ini menurut wartawan Vatikan Francesco Antonio Grana,” bebernya.

Salib yang dipersiapkan untuk doa Paus “Urbi et Orbi” dan “Indulgensi Penuh” tanpa kehadiran tersebut dihormati sebagai mukjizat oleh orang-orang Roma. Karena benda itu (Salib) adalah satu-satunya barang religius yang selamat tanpa cacat dari kobaran api besar, yang benar-benar memusnahkan gereja pada 23 Mei 1519 silam.

Sejarahnya, lanjut Roko, kurang dari tiga tahun kemudian, Roma mengalami serangan “wabah hitam.” Atas permintaan umat Katolik Roma, salib diambil dari biara Hamba Maria di Via del Corso ke lapangan Santo Petrus untuk prosesi. Dimana salib ajaib akan berhenti disetiap kuartal di Roma.

Prosesi berlanjut 16 hari, dari tanggal 4 Agustus hingga 20 Agustus 1522 kala itu. Ketika salib dikembalikan ke St. Marcellus , wabah penyakit telah menghilang dari Roma.

Sejak itu, salib ajaib tersebut dibawa ke lapangan Santo Petrus setiap Tahun Suci Roma – sekitar setiap 50 tahun. Dan bersama salib tersebut juga diukir di punggungnya nama-nama setiap paus yang menyaksikan prosesi tersebut. Nama terakhir yang diukir adalah nama Sri Paus St. Yohanes Paulus II, yang memeluk salib pada “Hari Pengampunan” selama Tahun Yobel 2000. “Hal ini diyakini Uma Katolik, salib ajaib itu untuk menolak bala termasuk penyakit virus Corona atau COVID-19 ini,” kata Romo Pascal.

Sekedar diketahui, dalam kalender Katolik, Jumat 27 Maret 2020 merupakan Hari Biasa Pekan IV Prapaskah. Dengan bacaan Alkitab,
Kel. 32:7-14; Mzm. 106:19-20,21-22,23; Yoh. 5:31-47. BcO Bil. 3:1-13; 8:5-11. Dan warna liturgi warna Ungu.

Sejak penyerbaran COVID-19 pada Desember 2019 lalu asal Wuhan, Hubei, China ribuan warga di berbagai belahan dunia meninggal dunia. Termasuk di Italia, dan Indonesia. Untuk itu, Sri Paus Fransiskus memanfaatkan momen nanti untuk berdoa bersama “Salib Ajaib”.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here