Diduga Asal-asalan, Proyek Irigasi Pemkab Nias Selatan Rendam 3 Hektar Tanaman Warga di Lolowau

0
Sampah di area perkebunan dampak meluapnya irigasi Sungai Ekholo, Desa Ekholo, Kecamatan Lolowau, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (16/5/2020). Foto (Facebook Okto Halawa)

NIAS SELATAN, LIPUTANKEPRINEWS.COM – Seorang warga Kabupaten Nias Selatan Rogate Oktoberius Halawa, mengaku dampak proyek irigasi Pemkab Nias Selatan merendam perkebunan miliknya. Ia menjelaskan, letak perkebunan terletak di Desa Ekholo, Kecamatan Lolowau, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

Proyek irigasi sungai Ekholo dikerjakan Pemkab Nias Selatan itu sekitar 2019 lalu. Okto Sapaan akrab Rogate Oktoberius Halawa mengatakan, proyek itu cukup berdekatan dengan perkebunan luas sekitar 3 hektare (ha) miliknya. Yang di dalamnya ada ratusan pohon mahoni, bibit mahoni, dan tanaman lainnya.

“Ini saya duga proyek asal-asalan. Sebab, belum genap setahun sudah merusak lingkungan hidup. Ratusan mahoni pohon Mahoni saya rusak, bibit rusak, dan ekosistem lainnya. Sampah-sampah bertaburan di sekeliling proyek. Karena dampak air irigasi yang meluap,” ujar Okto kepada media ini Minggu (17/5) malam.

Okto mengatakan, dia tak menolak pembangunan di desa. Hanya saja, ia menduga Pemkab Nias Selatan saat membangun tidak memikir analisis dampak lingkungan (AMDAL). Padahal menurutnya, sebelum proyek dimulai sudah mengkaji AMDAL dari sebuah proyek itu.

“Sekarang terjadi masalah. Siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan tanaman saya. Saya rugi ratusan juta rupiah atas dampak irigasi yang dibangin Nias Selatan itu. Sekarang saya minta pertanggungjawaban Pemkab Nias Selatan. Karena selain kerusakan tanaman, juga berpotensi meruska lingkungan hidup dan ekosistem lainnya,” papar Okto.

Lebih jelas Okto katakan, proyek yang menelan anggaran diperkirakan miliaran rupiah itu cukup dekat dengan perkampungan warga. Hanya sekitar dua kilo meter. Jika tidak ditangani dan dibiarkan begitu saja, maka dampak yang sangat luas bisa berpotensi terjadi di masa-masa yang akan datang.

Tanaman Rusak dampak proyek irigasi Pemkab Nias Selatan

Tak mau rugi sendiri, Okto mengancam jika Pemkab Nias Selatan tidak membereskan kembali proyek itu maka ia akan layangkan somasi dan selanjutnya gugatan perbuayan melawan hukum di pengadilan.

“Dan tak tertutup kemungkinan, kami akan laporkan pidana. Sebab, kami menduga proyek asal-asalan dan terindikasi korupsi. Sehingga hasilnya sangat buruk dan membawa sampah-sampah dimana-mana sekitar area irigasi yang dibangun,” jelasnya.

Hingga berita ini dimuat, belum dapat dihubungi Pemkab Nias Selatan guna konfirmasi. Media ini sedang mengupayakan konfirmasi sebagai hak jawab.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here