Plang Nama - Salah satu Foodcourt yang ada di Nagoya. Lokasi ini diprotes warga karena berada di antara Masjid Jabal Arafah dan Masjid Al-Falah, Jumuah (7/2) siang. (LKN/ A Chan)

BATAM, LIPUTANKEPRINEWS.COM – Tempat hiburan malam di Batam, tampaknya menggeliat. Baru-baru ini, salah satunya adalah ‘City Foodcourt’ yang terletak di Nagoya, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Hanya saja, lokasi City Foodcourt dinilai kurang layak. Pasalnya, keberadaannya diapit dua tempat ibadah Umat Muslim. Yakni berada di antara Masjid Jabal Arafah dan Masjid Al-Falah.

“Pastinya, di lokasi itu nanti ada minuman keras. Dan juga ada makanan seperti babi yang diharamkan oleh umat Muslim. Sangat miris keberadaan lokasi hiburan ini. Belum lagi musik yang ada bisa menggangu ketentraman orang Muslim yang beribadah,” ujar Achmad warga sekitar yang diminta tanggapan Jumuah (7/2/2020) usai Jumuah Zuhur.

Achmad menyanyangkan pemerintah kota Batam yang memberikan izin lokasi itu. Pasalnya, dari segi ketatakotaan yang berdekatan dengan tempat ibadah relatif dekat, diberikan lelualasan. “Kami akan melakukan upaya hukum untuk melakukan pencabutan izin itu. Bagi kami tidak layak, jangan sampai campur adukan maksiat dengan rumah Allah,” tegasnya.

Sementara itu, beberapa waktu lalu, Pemred Liputankeprinews.com dan Tabloid LKN menyembangi Amiyo salah satu pengelola City Foodcourt guna konfirmasi. Amigo mengatakan, tidak tahu menahu soal bangunan itu. Hanya sepengetahuannya, dari segi izin sudah ada. “Kurang tau soal itu semua. Kalau izin ada. Surat-surat ada,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam Suhar menjelaskan, belum memberikan izin apapun atas nama City Foodcourt. Kendati, ia akan mengecek ke lapangan. “Belum kami tahu izin atas nama Foodcourt itu,” ujar Suhar.

Hal demikian juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM- PTSP) Kota Batam, Firmansyah. Menurut Firmansyah, sampai saat ini belum memberikan izin soal Foodcourt yang berdiri.

“Di sistem kami, tidak ada memberikan izin soal itu,” kata Firmansyah melalui stafnya Icha.

Icha menambahkan, setelah dilakukan pengecekan pada lokasi tersebut, instansinya belum mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB). Bangunan yang tak memiliki IMB, bakal dibongkar oleh pemerintah.

Pantauan wartawan dan pemred media ini, City Foodcourt sudah berdiri megah. Bahkan sudah melakukan Grand Opening atau pembukaan operasi. Jumuah tadi siang, sudah berdiri beberapa papan Bungan ucapan selamat Grand Opening. Selain itu, di papan sebelah nama City Foodcourt tertera nama salah satu minuman yang biasa dijual tempat hiburan malam. Jika minum banyak berpotensi memabukkan. Sementara lokasi keberadaan City Foodcourt diapit dua masjid tempat ibadah umat Muslim di dunia.

Warga mengancam, akan memperkarakan Pemko Batam ke Pengadilan Tata Usaha Negera (PTUN) Tanjungpinang di Batam. Hingga berita ini muat, masih mencari narasumber lain terkait sikap mereka atas keberadaan Foodcourt itu dekat tempat ibadah umat Muslim.(A Chan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here