Aktivis Keragaman Sosial Hubertus L Demu dan Bapak Hasyim Tugiran berfoto usai persidangan di PTUN Tanjungpinang di Sekupang Batam Rabu (18/3) siang. (LKN/IST)

BATAM, LIPUTANKEPRINEWS.COM – Aktivis Keragaman Sosial Hubertus L Demu, menyambut baik perdamaian yang terjadi antara penggugat dengan Gereja St Josep Karimun. Semula penggugat Asosiasi Peduli Kabupaten Karimun (APKK) Hasyim Tugiran, tergugat Pemkab Karimun dan turut tergugat intervensi Gereja Katolik St Joseph Karimun.

Dengan objek perkara Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Gereja Katolik Paroki Santo Joseph bernomor 0386/DPMPTSP/IMB-81/2019 tertanggal 2 Oktober 2019. Yang dikeluarkan oleh Pemkab Karimun.

“Kami sangat menyambut niat baik dari teman teman masyarakat Kabupaten Karimun khususnya pak Hasyim Tugiran dkk. Tentu ini, sebuah langkah kemajuan. Kami harap, meninggalkan cerita miskomunikasi yang pernah terjadi, sekarang mari sama-sama menjaga kondusifitas. Kami minta terima kasih juga kepada pemerintah, dan segenap seluruh masyarakat Indonesia,” katanya Rabu (18/3).

Sebagai aktivis sosial, sangat salut atas kerendahan hati Hasyim Tugiran. Dan ucapan terima kasih berkali-kali yang terucap dari bibir Hubertus tak terhingga.

Sementara itu, Hasyim Tugiran kepada awak media saat diwawancarai lokasi PTUN Tanjungpinang yang berada di Jalan Ir Sutami, Sekupang Kota Batam menuturkan, atas pencabutan itu didasarkan atas kesepakatan bersama di hadapan para pihak, termasuk pemerintah. Dan tidak ada intervensi dari pihak manapun. Ia mengatakan, hal itu ia dkk lakukan karena miss komunikasi.

“Di Karimun tidak ada inteloran, semuanya toleran. Hanya ada beberapa hal yang belum disepakati. Dan itu juga atas kerjasama dari pihak Romo Paschalis yang telah ketemu saya. Romo yang dilahirkan di Dabo Singkep (Lingga). Seorang yang hidup di lingkungan masyarakat Melayu, yang mengerti benar bagaimana hidup diadat Melayu,” ucap Hasyim Tugiran.

Di lokasi yang sama, utusan Gereja Katolik dari Keuskupan Pangkalpinang Pastor Agustinus Dwi Pramodo Pr , mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Sehingga, perkara perkara nomor 33/G/2019/PTUN.TPI dicabut. Ia berkomitmen dan berdoa, agar masyarakat Karimun hidup rukun sebagaimana telah terjalin sejak dahulu kala.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas ini. Tentu, ini doa dan cita-cita kita semua. Kepada bapak Hasyim Tugiran dkk, unsur pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat kami berucap terima kasih. Senantiasa, pembangunan gereja berlanjut sesuai yang telah disepakati,” katanya.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Tanjungpinang, mengabulkan permohonan pencabutan gugatan penggugat Hasyim Tugiran. Hasyim Tugiran sebelumnya, menggugat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Gereja Katolik Paroki Santo Joseph bernomor 0386/DPMPTSP/IMB-81/2019 tertanggal 2 Oktober 2019. Yang dikeluarkan oleh Pemkab Karimun.

“Mengabulkan permohonan penggugat, memerintah panitera PTUN Tanjungpinang untuk mencoret perkara nomor 33/G/2019/PTUN.TPI dari register perkara,” demikian amar putusan yang dibacakan Ketua majelis hakim Ali Anwar didampingi dua anggota majelis Dien Novita dan Averroes.

Sebelumnya, pembangunan Gereja Katolik Paroki Santo Joseph yang berada di Jalan Trikora Tanjungbalai Karimun sempat menuai polemik. IMB bernomor bernomor 0386/DPMPTSP/IMB-81/2019 tertanggal 2 Oktober 2019 yang diterbitkan Pemkab Karimun digugat.

Bahkan soal ini sudah viral di sosial media dan sempat menjadi isu hangat nasional. Presiden RI Joko Widodo telah memerintahkan Menteri Agama RI menyelesaikan masalah itu. Bahkan sertifikat tanah untuk gereja itu dikeluarkan langsung oleh Jokowi. Tak hanya itu, beberapa Anggota DPR RI juga sudah turun di Karimun. Sekarang sudah damai, dan Karimun senantiasa maju bangkit seperti semula.(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here